fbpx

SEBUAH ANTOLOGI PUISI TERUSAN-TERUS BAGIAN 2

PENGANTAR

Syukur alhamdulilah kami panjatkan selalu terhadap
limpahan nikmat dan rakhmat Allah Swt.atas terbitnya
buku kumpulan puisi dari keluarga besar CLC Terusan 2
ini. Membutuhkan keberanian untuk anak-anak yang
telah berani untuk bersastra. Meski kita tau bahwa dunia
sastra merupakan dunia yang “terasing” bagi para anak
muda zaman sekarang.
Dunia sastra hingga saat ini masih terus berusaha
bangung dari keterasingannya. Namun tanpa sadar
mereka sebenarnya sering bersentuhan dengan dunia
sastra. Salah satu contohnya adalah ketika kita melihat
status dimedia sosial, sebagian dari mereka, entah itu di
facebook, twitterdan media sosial yang lainnya, status
mereka rata-rata puitis dan penuh “mistis”, karena
banyak dari mereka menuangkan alam pikiran distatus
media sosialnya, dan banyak kata sajak-sajak mengalir
tanpa mereka merasa.
Ada keinginan untuk menyatukan puisi-puisi
peserta didik yang mau bersastra kedalam sebuah buku
kecil ini.Untuk mengumpulkan itupun tidak mudah
karena membutuhkan waktu yang sedikit menguras
tenaga, belum lagi ditambah harus membagi waktu
belajar dan kesibukan sekolah lainnya. Terhitung awal
tahun 2018 ide ini muncul, namun baru diawal tahun
2019 terealisasi. Artinya, butuh waktu 1 tahun lebih
untuk mengumpulkan naskah ini. Mereka dituntut untuk
membuat 1 puisi dalam 1 minggu, begitu seterusnya.

Mereka ‘dipaksa’ untuk berolah sastra, belajar menulis
puisi serta mengapresiasikannya.
Ada keinginan untuk menyatukan puisi-puisi
peserta didik yang mau bersastra ke dalam sebuah buku
kecil ini.Untuk mengumpulkan itupun tidak mudah
karena membutuhkan waktu yang sedikit menguras
tenaga, belum lagi ditambah harus membagi waktu
belajar dan kesibukan sekolah lainnya. Mereka mencoba
berolah sastra, belajar menulis puisi serta
mengapresiasikannya.
Untuk membuat sebuah puisi saja membutuhkan
waktu dan suasana yang mendukung terutama harus
mempunyai sebuah tema atau ide. Faktor tersebut harus
ada dalam proses pembuatan sebuah puisi, karena untuk
mencari tema dan ide itu sifatnya hanya sepintas
terpikirkan. Pertanyaanya bagaimana menumbuhkan
ide? Ide itu datangnya tiba-tiba, maka kita perlu
menediakan catatan kecil, semisal buku harian atau
catatan di handphone pintar. Catatan-catatan yang
datang tiba-tiba itu setelah ditulis ketika kita dalam
keadaan yang tenang maka bisa digali terus menjadi
sebuah puisi.
Aktivitas menulis ini memang belum lengkap,
namun disisi lain budaya menulis ini akan diimbangi
dengan aktivitas membaca karena setelah mau menulis,
biasanya akan “terpaksa” membaca, sehingga budaya
yang timbul akan lengkap dengan budaya membaca dan
menulis. Kedua aspek ini tentunya akan menumbuhkan
karakter mereka menjadi karakter masyarakat literer
yang berpotensi membangun bangsa.
Melalui semangat ini, kiranya penulis berusaha
terus menjaga tradisi bersastra untuk anak-anak CLC

Terusan 2. Sebab, seperti yang sudah dibahas, kebiasaan
membaca dan menulis merupakan indikator mejunya
sebuah bangsa. Misalkan di negara Jepang, penggunaan
media kertas ternyata lebih banyak dibandingkan
dengan penggunaan tisu toilet. Tradisi bersastra ini akan
(setidaknya) menjaga agar sedikit usaha menyemai
jatidiri mereka terabadikan oleh karya puisi ini.
Sehingga generasi sekarang tidak menjadi generasi yang
menurut Taufiq Ismail sebagai,“Generasi yang rabun
membaca dan pincang menulis.”
Akhirnya, penulis menyadari tersusunnya buku ini
tidak terlepas dari peran serta orang terkasih yang
berada disekeliling lingkungan, terutama warga CLC
Terusan 2 dan Company Wilmar yang sudah
memberikan akses bangunan untuk menjadi tempat
mengolah rasa. Kepada pemerintah, dalam hal ini, KJRI
Kota Kinabalu dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu,
penulis mengucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya.

Semoga buku antologi puisi ini bisa
menginspirasi para anak-anak CLC yang mau bersastra
dan berkarya.
Sandakan, Sabah, 3 Mei 2019

Penulis,

 

 

SEBUAH ANTOLOGI PUISI TERUSAN-TERUS BAGIAN 2
Copyright © Arif Saefudin, dkk.

Penulis: Arif Saefudin dkk.
Editor: Istiqomatuttaqiyah
Penata Letak: F. D. Abdillah
Penata Sampul: Yurdi Andani

Cetakan Pertama, September 2019
xvi + 127 hal; 13 x 19 cm
ISBN: 978-602-457-273-0

CV OASE GROUP
Jalan Sumbing Raya No. 27B, Mojosongo, Kec. Jebres
Surakarta, Jawa Tengah 57127

Dicetak oleh
Percetakan CV Oase Group
Isi di luar tanggung jawab percetakan

Katalog Dalam Terbitan
Hak cipta dilindungi Undang-Undang
All Right Reserved
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau
Seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit

Rp50.000

Stok habis

SEBUAH ANTOLOGI PUISI TERUSAN-TERUS BAGIAN 2

Store
0 out of 5
SKU a41f44558447 Categories , , Tags ,

Deskripsi

PENGANTAR

Syukur alhamdulilah kami panjatkan selalu terhadap
limpahan nikmat dan rakhmat Allah Swt.atas terbitnya
buku kumpulan puisi dari keluarga besar CLC Terusan 2
ini. Membutuhkan keberanian untuk anak-anak yang
telah berani untuk bersastra. Meski kita tau bahwa dunia
sastra merupakan dunia yang “terasing” bagi para anak
muda zaman sekarang.
Dunia sastra hingga saat ini masih terus berusaha
bangung dari keterasingannya. Namun tanpa sadar
mereka sebenarnya sering bersentuhan dengan dunia
sastra. Salah satu contohnya adalah ketika kita melihat
status dimedia sosial, sebagian dari mereka, entah itu di
facebook, twitterdan media sosial yang lainnya, status
mereka rata-rata puitis dan penuh “mistis”, karena
banyak dari mereka menuangkan alam pikiran distatus
media sosialnya, dan banyak kata sajak-sajak mengalir
tanpa mereka merasa.
Ada keinginan untuk menyatukan puisi-puisi
peserta didik yang mau bersastra kedalam sebuah buku
kecil ini.Untuk mengumpulkan itupun tidak mudah
karena membutuhkan waktu yang sedikit menguras
tenaga, belum lagi ditambah harus membagi waktu
belajar dan kesibukan sekolah lainnya. Terhitung awal
tahun 2018 ide ini muncul, namun baru diawal tahun
2019 terealisasi. Artinya, butuh waktu 1 tahun lebih
untuk mengumpulkan naskah ini. Mereka dituntut untuk
membuat 1 puisi dalam 1 minggu, begitu seterusnya.

Mereka ‘dipaksa’ untuk berolah sastra, belajar menulis
puisi serta mengapresiasikannya.
Ada keinginan untuk menyatukan puisi-puisi
peserta didik yang mau bersastra ke dalam sebuah buku
kecil ini.Untuk mengumpulkan itupun tidak mudah
karena membutuhkan waktu yang sedikit menguras
tenaga, belum lagi ditambah harus membagi waktu
belajar dan kesibukan sekolah lainnya. Mereka mencoba
berolah sastra, belajar menulis puisi serta
mengapresiasikannya.
Untuk membuat sebuah puisi saja membutuhkan
waktu dan suasana yang mendukung terutama harus
mempunyai sebuah tema atau ide. Faktor tersebut harus
ada dalam proses pembuatan sebuah puisi, karena untuk
mencari tema dan ide itu sifatnya hanya sepintas
terpikirkan. Pertanyaanya bagaimana menumbuhkan
ide? Ide itu datangnya tiba-tiba, maka kita perlu
menediakan catatan kecil, semisal buku harian atau
catatan di handphone pintar. Catatan-catatan yang
datang tiba-tiba itu setelah ditulis ketika kita dalam
keadaan yang tenang maka bisa digali terus menjadi
sebuah puisi.
Aktivitas menulis ini memang belum lengkap,
namun disisi lain budaya menulis ini akan diimbangi
dengan aktivitas membaca karena setelah mau menulis,
biasanya akan “terpaksa” membaca, sehingga budaya
yang timbul akan lengkap dengan budaya membaca dan
menulis. Kedua aspek ini tentunya akan menumbuhkan
karakter mereka menjadi karakter masyarakat literer
yang berpotensi membangun bangsa.
Melalui semangat ini, kiranya penulis berusaha
terus menjaga tradisi bersastra untuk anak-anak CLC

Terusan 2. Sebab, seperti yang sudah dibahas, kebiasaan
membaca dan menulis merupakan indikator mejunya
sebuah bangsa. Misalkan di negara Jepang, penggunaan
media kertas ternyata lebih banyak dibandingkan
dengan penggunaan tisu toilet. Tradisi bersastra ini akan
(setidaknya) menjaga agar sedikit usaha menyemai
jatidiri mereka terabadikan oleh karya puisi ini.
Sehingga generasi sekarang tidak menjadi generasi yang
menurut Taufiq Ismail sebagai,“Generasi yang rabun
membaca dan pincang menulis.”
Akhirnya, penulis menyadari tersusunnya buku ini
tidak terlepas dari peran serta orang terkasih yang
berada disekeliling lingkungan, terutama warga CLC
Terusan 2 dan Company Wilmar yang sudah
memberikan akses bangunan untuk menjadi tempat
mengolah rasa. Kepada pemerintah, dalam hal ini, KJRI
Kota Kinabalu dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu,
penulis mengucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya.

Semoga buku antologi puisi ini bisa
menginspirasi para anak-anak CLC yang mau bersastra
dan berkarya.
Sandakan, Sabah, 3 Mei 2019

Penulis,

 

 

SEBUAH ANTOLOGI PUISI TERUSAN-TERUS BAGIAN 2
Copyright © Arif Saefudin, dkk.

Penulis: Arif Saefudin dkk.
Editor: Istiqomatuttaqiyah
Penata Letak: F. D. Abdillah
Penata Sampul: Yurdi Andani

Cetakan Pertama, September 2019
xvi + 127 hal; 13 x 19 cm
ISBN: 978-602-457-273-0

CV OASE GROUP
Jalan Sumbing Raya No. 27B, Mojosongo, Kec. Jebres
Surakarta, Jawa Tengah 57127

Dicetak oleh
Percetakan CV Oase Group
Isi di luar tanggung jawab percetakan

Katalog Dalam Terbitan
Hak cipta dilindungi Undang-Undang
All Right Reserved
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau
Seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit

Informasi Tambahan

Berat 200 g

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “SEBUAH ANTOLOGI PUISI TERUSAN-TERUS BAGIAN 2”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No more offers for this product!

Diskusi umum

Saat ini belum ada diskusi apapun pada produk ini

0